Sumber yang salah bisa bikin satu bab runtuh pas sidang. Sebelum sebuah referensi masuk ke daftar pustaka, lewatin dulu tiga lapis pengecekan ini.
1. Cek keberadaan
Pertanyaan pertama selalu sama: paper-nya beneran ada? Cocokkan judul, penulis, tahun, dan DOI. Kalau DOI nggak resolve, itu tanda bahaya.
2. Cek kecocokan
Sumber ada bukan berarti mendukung klaim kamu. Baca bagian yang relevan, bukan cuma abstrak. Tabel di bawah ngebandingin tipe kekeliruan yang sering kejadian:
| Gejala | Risiko | Aksi |
|---|---|---|
| DOI nggak resolve | Sumber ngarang | Buang, cari pengganti |
| Abstrak cocok, isi nggak | Baca bagian metode/hasil | |
| Tahun beda dari yang dikutip | Salah versi | Samakan ke edisi yang benar |
3. Cek kualitas
Perhatikan venue, peer-review, dan jumlah sitasi sebagai sinyal — bukan jaminan. Sumber sekunder boleh buat konteks, tapi klaim inti idealnya nyantol ke sumber primer.
Checklist cepat
Kalau mau diotomatiskan, kira-kira logikanya begini:
type Source = {
doiResolves: boolean;
supportsClaim: boolean;
peerReviewed: boolean;
};
function isCitable(s: Source): boolean {
return s.doiResolves && s.supportsClaim && s.peerReviewed;
}
Di Aqsha, tiga lapis ini dijalanin otomatis tiap Astra ngutip sesuatu — jadi kamu bisa fokus ke argumennya, bukan ke kerjaan ngecek manual satu-satu.